Kamis, 04 Maret 2010

Bidadariku,


Selalu saja kurindu
abad-abad terus berlalu
berjuta kali berganti baju
nun jauh di sana mata bening menatapku haru penuh rindu
mata bundaku
yang selalu kurindu


Bidadariku,
Namamu tak terukir
Dalam catatan harianku
Asal usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis
Dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari Tuhan
Untukku
Bidadariku

jika engkau adalah matahari, aku tak ingin datang malam hari.
Jika engkau adalah embun, aku ingin selalu pagi hari.

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari

yang baik serta cantik
Maka nikmat Tuhan
kamu yang manakah yang
kamu
inginkan
Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dalam istana

rinai tangis dalam hatiku
bagai rintik hujan di kota
apa gerangan makna lesu
yang menyusup masuk kalbuku

sebaik-baiknya seseorang adalah jika kamu memandangnya membuat
hatimu senang, jika kamu perintah dia mentaatimu, dan jika kamu
tinggal maka dia akan menjaga hatinya untukmu
agar dapat melukiskan hasratku, kekasih
wajah mu seperti bintang di langit

kata-katamu,
matamu di dalam malam yang hidup,
dan deras lenganmu memeluk daku
seperti suatu cahaya yg mnyala bertanda kemenangan
mimpiku pun berada dalam
benderang dan abadi

alangkah manis bidadariku ini
bukan main elok pesonanya
matanya berbinar-binar
alangkah indahnya
bibirnya,
mawar merekah di taman surga

aku cemas bila kehilangan kau
aku cemas pada kecemasanku


Pada-Mu
Kutitipkan secuil asa
Kau berikan selaksa bahagia
Pada-Mu
Kuharapkan setetes embun cinta
Kau limpahkan samudera cinta

Inilah cinta
Tanpa rasa cemburu cinta tiada